Trip dan Trik Mencari Penginapan Hotel di Bromo

Bagi yang sedang merencanakan liburan singkat tapi berkualitas, tak ada salahnya untuk mencoba singgah ke Gunung Bromo. Gunung yang termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ini menarik karena statusnya yang merupakan gunung berapi aktif.

Bromo juga identik dengan cerita rakyatnya yang melegenda sehingga dipercaya sebagai gunung suci oleh penduduk setempat, atau yang akrab disapa Suku Tengger. Kentalnya nuansa adat dan budaya yang dipelihara turun-temurun oleh Suku Tengger juga menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara. Salah satunya ketika perayaan Upacara Adat Kasada.

Selain itu, pemandangan sunrise di Gunung Bromo sangat layak untuk ditunggu, juga Padang Rumput Savana yang terasa bak di negeri dongeng, hingga Bromo Milky Way yang amat sayang untuk dilewatkan.

Meski pilihan spot wisata melimpah ruah, akan sangat tamak jika terobsesi menikmati semua hal tersebut sekaligusdalam satu waktu. Hal ini disebabkan pemandangan Bromo sendiri pada kedua musim kemarau atau penghujan amat berbeda. Berikut ini beberapa panduannya:

Tentukan Spot Yang Ingin Dikunjungi

Jika bertanya kapankah waktu terbaik untuk mengunjungi Bromo? Pertanyaan itu akan sulit untuk dijawab jika Anda tidak memutuskan sebelumnya ingin berkunjung ke spot yang mana. Karena penyebabnya adalah perbedaan musim.

Beberapa spot Bromo akan nampak sempurna jika dikunjungi ketika musim kemarau, namun sebagian spot lainnya akan tampak luar biasa indah jika dijumpai pada musim penghujan. Demikian juga dengan pilihan penginapan, beberapa hotel di Bromo memiliki direct view ke Bromo. Beberapa spot yang wajib dikunjungi kala musim kemarau, antara lain:

Penanjakan Bromo

Dari spot ini Anda akan melihat penampakan yang lazim ditemukan pada foto majalah atau kalender, yaitu pemandangan berjajarnya Gunung Bromo, Gunung Bathok dan Gunung Semeru yang sangat apik. Di tempat ini pula, Anda dapat menunggu sunrise yang sayang dilewatkan jika berkunjung pada musim kemarau, dimana langit tampak bersih dan cerah. Penanjakan Bromo memiliki ketinggian 2770 mdpl, dan jika merasa tak kuat untuk mendaki, Anda dapat menyewa jeep/hardtop yang banyak tersedia disana.

Mount-Bromo-Sunrise-Trekking-Package

Bromo Sunrise View Point

Tempat ini adalah tempat favorit bagi wisatawan dan merupakan spot utama untuk menanti sunrise. Terdapat gazebo, tempat duduk, dan penjaja makanan yang siap untuk melayani Anda. Namun spot ini lebih ramai jika dibandingkan dengan Penanjakan Bromo karena merupakan tujuan utama wisatawan. Apalagi pada saat musim liburan, Anda harus ekstra sabar jika ingin mendapatkan hasil jepretan sunrise yang maksimal disini.

Coban Pelangi

Percikan air dari derasnya arus yang berjatuhan akan menguap di udara dan menimbulkan pelangi jika terkena paparan sinar matahari. Karena itulah Coban Pelangi menjadi destinasi yang wajib Anda kunjungi ketika kemarau, karena besarnya potensi air yang terkena paparan matahari jauh lebih besar. Untuk menuju ke spot satu ini, Anda harus menyiapkan kaki untuk berjalan jauh sekitar satu jam dari tempat parkir. Namun jangan khawatir, rasa letih Anda akan otomatis terbayar jika telah sampai disana dan menikmati keindahan alamnya.

Kawah Gunung Bromo

Tak lengkap rasanya ke Gunung Bromo jika hanya mengejar sunrise dan melupakan kawahnya. Dari Pura Luhur Poten, Anda dapat mendaki jalur yang merupakan hamparan pasir menawan. Meskipun indah, sangat disarankan agar Anda menggunakan jasa sewa kuda saja sampai batas anak tangga. Karena setelah itu, Anda masih harus menapaki anak tangga yang berjumlah sekitar 250 buah sendirian. Sesampainya di puncak kawah, Anda akan disuguhi pemandangan dari pegunungan Tengger dan Batok yang sangat artistik.

bromo milky way

Bromo Milky Way

Jika Anda mencadangkan waktu seharian untuk eksplorasi Bromo, maka sangat dianjurkan untuk tak ketinggalan pertunjukkan gugusan bintang malam khas Bromo. Syarat utama mendapatkan Bromo Milky Way adalah ketika langit malam gelap total tanpa dicemari cahaya lampu perkotaan, serta awan kelabu yang biasa ditemui kala musim penghujan.

Sedangkan beberapa spot yang sayang untuk dilewatkan ketika musim penghujan adalah sebagai berikut:

Padang Rumput Savana

Pemandangan hijaunya hamparan rumput savana dikelilingi perbukitan akan membuat Anda merasa bak di negeri dongeng. Dengan luas lahan sekitar 10 km2, Anda akan menemukan warna lain dari Gunung Bromo jika berkunjung ke spot ini. Namun, warna hijau rumput savana akan berubah gersang jika memasuki musim kemarau, sehingga musim penghujan adalah waktu terbaik bagi Anda untuk menikmatinya.

savana bromo

Bukit Teletubies

Merupakan salah satu spot terbaik untuk menikmati sunrise. Dinamakan Bukit Teletubies dikarenakan gundukan bukitnya yang memang mirip bukit pada film teletubies. Keindahan rerumputan hijau bukit ini akan sempurna jika disinggahi pada musim penghujan.

Bukit B-29

Merupakan puncak tertinggi di kawasan wisata Gunung Bromo, meskipun begitu Anda tidak harus mendaki untuk mencapai Bukit B-29. Tersedia jasa sewa hardtop ataupun motor cross, tinggal dipilih saja. Sesampainya disana, Anda akan disuguhi pemandangan puncak gunung disertai hamparan tumbuhan khas pegunungan. Spot ini juga merupakan salah satu lokasi camping favorit di Bromo.

Selain beberapa spot yang disebutkan diatas, Anda juga bisa mengunjungi Pura Luhur Poten yang merupakan salah satu pusat ibadah Suku Tengger sebelum mendaki ke Kawah Gunung Bromo, Pasir Berbisik yang merupakan lautan pasir di sekitar Gunung Bromo, Ranu Pane yang merupakan pintu masuk pendakian Gunung Semeru, hingga Air Terjun Madakaripura yang berlokasi di Lumbang dan masih dalam kawasan TNBTS pada kedua musim, baik kemarau ataupun penghujan.

b29 bromo

Namun apabila Anda ingin melihat lebih jauh kentalnya adat dan budaya Suku Tengger, berkunjunglah sekitar tanggal 14-16 pada bulan ke-10 penanggalan Jawa Kuno, dimana sedang berlangsung Upacara Kasada. Pada saat upacara tersebut berlangsung, masyarakat Suku Tengger akan berkumpul sembari membawa hasil ternak ataupun hasil bumi untuk dilemparkan ke Kawah Gunung Bromo sebagai sesajen.

Persiapan Pribadi

Pertama, kondisi fisik yang fit harus Anda jadikan prioritas ketika memutuskan untuk berlibur ke Bromo. Selain karena banyaknya jalur pendakian yang mungkin akan Anda lewati, dinginnya suhu Bromo yang tidak bersahabat dapat berpotensi menurunkan kondisi fisik Anda.

Kedua, jangan lupa untuk memakai penghangat tubuh seperti jaket, masker, syal, topi, hingga sarung tangan. Pemakaian sepatu yang tepat untuk pendakian juga akan membantu Anda agar lebih mudah berjalan serta menghindarkan dari risiko cedera, dan yang paling penting adalah hindari memakai sandal. Jika sunrise adalah tujuan utama Anda datang ke Bromo, maka bawalah senter guna menerangi jalan Anda ketika mendaki bukit dikala gelap. Kalau anda tidak familiar dengan medan di Bromo, ada baiknya juga untuk gabung dengan paket Tour Bromo yang sudah ada

Ketiga, minuman dan makanan kecil. Sangat membantu jika Anda lapar atau haus di tengah perjalanan. Memang sesampainya disana, Anda akan menemui banyak penjaja makanan dan minuman, tetapi harga yang ditawarkan relatif lebih mahal dari harga pasaran normal.

Keempat, uang tunai. Jangan berpikir Anda akan menemui ATM dengan mudah sesampainya di Bromo. Uang tunai akan memudahkan Anda jika perlu untuk membeli perlengkapan pribadi, seperti syal, topi, ataupun sarung tangan. Sebelum mencapai kawah Bromo, Anda juga akan menemui banyak pedagang bunga edelweiss. Jadi bawalah cukup uang jika Anda sudah berencana membeli berbagai pernak-pernik khas Gunung Bromo.

Terakhir, kamera. Pemandangan menawan dari Gunung Bromo akan sangat rugi jika dilewatkan begitu saja. Maka mengabadikan momen merupakan salah satu hal wajib bagi wisatawan. Jeprat jepret, upload.

Gunung-Bromo

Pilihan Rute Menuju Bromo

Pertama, jalur Pasuruan. Dimulai dari Kota Pasuruan mengarah ke Wonorejo, kemudian Warung Dowo, setelah itu masuk melalui pintu barat yaitu Desa Tosari. Rute ini seringkali menjadi pilihan utama paket wisata Bromo secara umum, karena jaraknya yang relatif lebih dekat.

Kedua, jalur Probolinggo. Merupakan pintu utara sekaligus jalur utama menuju kawasan Bromo. Dari pertigaan Tongas menuju Lumbang, dimana terdapat Air Terjun Madakaripura, kemudian masuk dari Desa Cemoro Lawang.

Ketiga, jalur Malang. Masuk melalui Tumpang, kemudian Pronojiwo, dan selanjutnya mengarah ke pertigaan bernama Jemplang. Jalur selatan ini adalah jalur yang paling jarang dilalui wisatawan, namun kebalikan dari jalur utara yang gersang, Anda akan menemui pemandangan padang rumput sabana dan padang bunga jika melewati jalur ini.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *